• 12

    Aug

    Full Day School, Ngapain Aja?

    Reshuffle kabinet baru saja dilakukan oleh Presiden Jokowi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, langsung membuat wacana kebijakan yang menggemparkan, full day school. Wacana ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bagi saya, wacana kebijakan ini seolah menimbulkan dejavu. Saya memang bukan anak yang pernah bersekolah di sekolah yang menerapkan full day school. Sejak SD, SMP, hingga SMA, saya bersekolah di sekolah negeri. Baru di bangku kuliah saya berada di kampus swasta. Dejavu muncul teringat masa-masa SMP. Kala itu, sejak kelas 1 hingga kelas 3, saya sering sekali berangkat pagi pulang sore. Di kelas 1 dan 2, berada di sekolah kadang untuk latihan pleton inti (kalau di daerah lain namanya paskibra), les, mengerjakan tugas, atau sekedar nongkrong dan m
  • 11

    Aug

    Hormati Kemerdekaan, Hormati Veteran

    Sudahkah kita menghormati veteran? alasan klasik yang bisa kita jawab adalah “saya tidak mengenal seorang pun veteran”. kita bisa merasakan indahnya Indonesia saat ini berkat jasa para pahlawan termasuk di dalamnya yang kini berstatus veteran. kita sering menuntut pemerintah untuk mensejahterakan veteran di balik besarnya gaji para pejabat. lalu kita begitu lepas dengan kewajiban menghormati veteran? Apakah Anda termasuk orang yang setuju dengan pernyataan “Indonesia belum merdeka”? Di mata saya, pernyataan tersebut telah tidak menghormati kemerdekaan Indonesia dan tidak pula menghormati veteran. ibaratnya kita telah menyapu halaman lalu ada orang yang lewat dan mengatakan halaman ini kotor dan tidak pernah disapu. bagaimana perasaan Anda? Veteran telah berjuang at
  • 9

    Feb

    Hari Pers Nasional, Rindu Pers yang Memberitakan

    Salah satu konsekuensi sekaligus produk reformasi adalah kebebasan pers. pers sejak lama menjadi media perlawanan. masih ingatkah kita bahwa RRI pernah menjadi salah satu “tokoh” yang disebut-sebut dalam film G30S/PKI? dan setelah sekian lama pers berada di bawah kawalan orde baru, pers memperoleh kemerdekaannya pada masa reformasi. Tetapi, ternyata kemerdekaan pers tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. coba deh sesekali tonton film dokumenter trilogi Linimassa dan film Terpenjara di Udara, di youtube. di sana kita bisa tahu bahwa kemerdekaan pers masih semu karena hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang dan sebagian besar lainnya harus mengais dengan caranya sendiri. Terlebih bagi kita sebagai penonton media televisi, pembaca berita surat kabar baik online m
  • 2

    Feb

    Semua Gara-Gara Rokok

    Beberapa waktu yang lalu MUI memfatwakan bahwa rokok haram dan makruh. rokok tidak boleh dihisap di tempat dimana ada anak-anak dan wanita. polemik pun muncul karena dari para kiai dan petinggi Nahdhatul Ulama, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia menyatakan penolakannya. rokok yang dahulu hanya membuat masalah pada kesehatan, kini meluas kepada keutuhan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mudzarat akan membawa kemudzaratan yang lain, itu sudah takdirnya. masalah bukan terletak pada MUI atau NU (beserta pendukung rokok lainnya), melainkan karena rokok itu sendiri. kita terlalu permisif kepada keberadaan rokok. padahal kalangan medis sudah berkali-kali mengatakan kalau rokok itu berbahaya. tetapi, di sisi lain, sudah bukan rahasia lagi kalau para tenaga medis semisa
  • 30

    Dec

    Bencana dan Pesta Tahun Baru

    dalam beberapa hari terakhir ini saya sudah beberapa kali membaca status facebook maupun tweet yang bertanya-tanya mengenai mungkinkah pesta tahun baru tetap dirayaan meriah. hal ini mengingat Indonesia sedang dirundung kesedihan karena beberapa musibah yang terjadi akhir-akhir ini. banjir, tanah longsor, dan yang terbaru hilangnya pesawat Air Asia yang mana sebagian besar penumpangnya adalah warga negara Indonesia. bagi kaum skeptis, akan muncul pernyataan, “yang melarang tahun baru pasti mereka yang tidak punya acara tahun baru. kasian deh”. kalau masalah acara, itu bisa diadakan baik secara terencana maupun secara spontan. ini bukan masalah punya acara atau tidak melainkan bagaimana kita berempati dengan sesama. berempati adalah seolah-olah merasakan apa yang orang lain r
- Next

Author

Farid Nugroho
@edisipertama
Hanya seorang blogger yang entah apakah masih pantas disebut blogger :)

Follow Me