Ramadhan Tiba, Jangan Ada Ghibah di Antara Kita

23 Jun 2015

Marhaban yaa Ramadhan, ini adalah postingan pertama saya di Bulan Ramadhan 1436 H dan juga postingan pertama saya sejak beberapa bulan terakhir. Semoga malaikat mencatat ngeblog saya ini sebagai ibadah. Ramadhan bagi kita yang sudah bisa mengenal dunia blog seharusnya tidak lagi sama memandangnya dibandingkan dengan mereka anak usia sekolah dasar. Kita tidak lagi hanya menahan lapar dan dahaga tetapi ada tantangan yang lebih besar daripada itu yaitu menahan nafsu. salah satunya meng-ghibah atau menggosip atau menggunjing atau membicarakan orang lain di belakangnya.

Disadari atau tidak, Bulan Ramadhan adalah bulan yang teramat sangat mudah untuk mecari topik ghibah. mulai menggunjingkan mereka yang jumlah rakaat tarawihnya berbeda, tanggal awal puasa dan ketika nanti tanggal lebaran berbeda, menggunjingkan mereka yang shalat tarawih dengan kecepatan tinggi, hingga hal-hal yang terkait dengan berpakaian. Kita bersyukur karena Ramadhan tahun ini kita memulai bersama-sama yaitu 1 Ramadhan jatuh pada 18 Juni 2015. Sehingga, setidaknya kita terhindar dari dosa meng-ghibah orang yang memulai berpuasa berbeda dengan kita.

Tak ada kata terlambat untuk memulai. kita harus sadar bahwa di luar sana tidak semua orang sama dengan kita. dan mereka berbeda karena memang sudah menjadi fitrah kita sebagai manusia tercipta berbeda. dan masing-masing dari kita berbeda dalam menjalankan ibadah juga karena ada tuntunan tergantung ilmu mana yang sampai pada kita. ada yang bertarawih 20 rakaat karena dari kiainya mengajarkan demikian tetapi ada sebagian dari kita yang bertarawih 8 rakaat juga karena ilmu yang diturunkan oleh guru-guru kita.

Ada yang shalat tarawih dengan ngebut juga pasti ada alasannya dan tidak banyak dari kita yang tahu apa itu. yang kita ingin ketahui hanya karena mereka ingin segera selesai dalam bertarawih. jadi saran saya, sebelum kita membicarakan mereka yang shalat tarawih dengan ngebut, kita tanya dulu guru mereka, mengapa mereka demikian. bisa jadi kita malah kalah ilmu dengan mereka. jika demikian, kita kalah dua poin, pertama meng-ghibah mereka, kedua kita tidak tahu ilmu mereka.

kita beribadah bukan karena suka atau tidak suka melainkan karena ilmu yang kita miliki. demikian pula mereka yang berbeda dengan kita, juga karena ilmu yang mereka miliki. kita dan mereka sama-sama mendapat ilmu dari ulama. akan sangat berbeda bagi sebagian dari kita yang meng-ghibah tetapi tanpa ilmu dan tanpa ulama yang kita ikuti. kita harus ingat bahwa tidak ada Nabi setelah Rasulullah Muhammad SAW. jalur ilmu satu-satunya jalan yang sampai pada kita adalah lewat ulama. dan kita harus sadar bahwa ulama memiliki madzhab yang berbeda. jika kita tidak mau mengikuti ulama, lalu kita mau ikut siapa?

Meng-ghibah atau menggunjing sama saja dengan memakan bangkai saudara kita sendiri. mereka yang kita gunjing sama-sama muslim. apakah kita tega memakan bangkai mereka? na’udzubillah.

Sebagai blogger pun kita harus mulai membiasakan untuk menulis yang jauh dari yang bersifat menggunjing. jika tidak, tulisan kita bisa jadi tidak menjadi ibadah. rugilah kita sebagai blogger jika hal itu terjadi. semoga Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk menjadi blogger positif yang jauh dari meng-ghibah atau menggunjing. :)

 

 

ngaBLOGburit 2015


TAGS ngaBLOGburit2015


-

Author

Farid Nugroho
@edisipertama
Hanya seorang blogger yang entah apakah masih pantas disebut blogger :)

Follow Me