Semua Gara-Gara Rokok

2 Feb 2015

Beberapa waktu yang lalu MUI memfatwakan bahwa rokok haram dan makruh. rokok tidak boleh dihisap di tempat dimana ada anak-anak dan wanita. polemik pun muncul karena dari para kiai dan petinggi Nahdhatul Ulama, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia menyatakan penolakannya. rokok yang dahulu hanya membuat masalah pada kesehatan, kini meluas kepada keutuhan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Mudzarat akan membawa kemudzaratan yang lain, itu sudah takdirnya. masalah bukan terletak pada MUI atau NU (beserta pendukung rokok lainnya), melainkan karena rokok itu sendiri. kita terlalu permisif kepada keberadaan rokok. padahal kalangan medis sudah berkali-kali mengatakan kalau rokok itu berbahaya. tetapi, di sisi lain, sudah bukan rahasia lagi kalau para tenaga medis semisal dokter juga merokok. Bu Menkes saja merokok, padahal beliau pasti juga tahu akibat dari merokok.

Banyak perokok menggunakan alasan “melindungi petani dan buruh” untuk menghalalkan rokok. tetapi, ketika pabrik rokok tutup dan petani tembakau dalam keadaan merugi, perokok lebih memilih pindah merk rokok. ketika merokok, yang mereka ingat hanya “kenikmatan”, dan persetan dengan petani dan buruh. ketika petani tembakau dan buruh pabrik rokok melakukan aksi demonstrasi, apakah mereka juga ikut demo? tentu saja tidak, mereka akan lebih suka menikmati rokok merk lain yang katanya lebih nikmat.

kini, para pemengang urusan umat terpecah belah gara-gara rokok. semurah itu kah harga negeri ini? ulama adalah penerus dakwah nabi. ketika para ulama sudah berseteru hanya karena hal yang remeh temeh, maka untuk urusan yang jauh lebih besar pun mereka akan jauh lebih terpecah lagi. keadaan yang berbahaya bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan bernegara. dan kita pun yakin, ketika para kiai dan petinggi ormas Islam sedang merokok, mereka juga lupa dengan para petani dan buruh. yang mereka ingat hanya “nikmat”.

sampai sekarang saya masih belum tahu jawaban dari sebuah pertanyaan “apakah bos pabrik rokok juga merokok?”. jangan-jangan kita hanya jadi korban bisnis rokok saja. “korban” karena kita merasakan kemudzaratan dari bisnisnya, muali dari kesehatan hingga perpecahan sosial. dan saya memilih menyatakan tidak untuk rokok.:)


TAGS SemangatNgeblog


-

Author

Farid Nugroho
@edisipertama
Hanya seorang blogger yang entah apakah masih pantas disebut blogger :)

Follow Me