Bencana dan Pesta Tahun Baru

30 Dec 2014

dalam beberapa hari terakhir ini saya sudah beberapa kali membaca status facebook maupun tweet yang bertanya-tanya mengenai mungkinkah pesta tahun baru tetap dirayaan meriah. hal ini mengingat Indonesia sedang dirundung kesedihan karena beberapa musibah yang terjadi akhir-akhir ini. banjir, tanah longsor, dan yang terbaru hilangnya pesawat Air Asia yang mana sebagian besar penumpangnya adalah warga negara Indonesia.

bagi kaum skeptis, akan muncul pernyataan, “yang melarang tahun baru pasti mereka yang tidak punya acara tahun baru. kasian deh”. kalau masalah acara, itu bisa diadakan baik secara terencana maupun secara spontan. ini bukan masalah punya acara atau tidak melainkan bagaimana kita berempati dengan sesama.

berempati adalah seolah-olah merasakan apa yang orang lain rasakan. ketika orang lain sedang bersedih karena ada anggota keluarganya belum diketemukan, ketika mereka belum bisa pulang karena rumahnya terendam banjir, ketika mereka baru saja kehilangan rumah dan anggota keluarga karena longsor, kita dengan acuh tak acuh berpesta pora seolah-olah tidak terjadi apa-apa, apakah itu termasuk empati?

kita sering mengatakan NKRI harga mati. berkoar-koar mengatakan Indonesia adalah dari sabang sampai merauke. tetapi ketika kita berpesta, seolah-olah kita lupa bahwa kejadian musibah hanya berjarak puluhan atau ratusan kilometer. bisa jadi masyarakat yang rumahnya terendam banjir masih dalam satu kota. tetapi banyak dari kita memilih menutup mata dan memilih berpesta tahun baru dengan berlebihan.

memang kita tidak bisa terus-menerus hanyut dalam kesedihan. tetapi bagaimana kita menyikapi tahun baru dengan berbagi rasa kepada mereka yang sedang bersedih. mengajak mereka untuk ikut merasakah kehangatan itu sangat baik. tetapi tidak berlebihan. mereka tidak akan bisa tertawa lepas sedang hati mereka bersedih.

bahkan terdengar kabar, meski belum terbukti kebenarannya, pesta tahun baru akan “dihiasi” dengan pesta miras dan sex. bisa-bisa ini menambah bencana di negeri ini. na’udzubillah.

apa yang kita siapkan untuk malam tahun baru? semoga tidak berlebihan dan masih ingat dengan mereka yang sedang bersedih. dan Indonesia pun sedang bersedih.


TAGS Nasional


-

Author

Farid Nugroho
@edisipertama
Hanya seorang blogger yang entah apakah masih pantas disebut blogger :)

Follow Me