Senyum Lebaran Guruku

22 Jul 2014

Lebaran sebentar lagi, nanana nanana *lupa lirik* :D . Di tempat saya, Sleman dan sekitarnya, lebaran identik dengan saling bersilaturahim dari rumah satu ke rumah yang lain. Memang sudah ada beberapa tempat yang cukup dengan bersalaman atau halal bihalal di masjid dan tidak perlu saling berkunjung, tetapi bagi lingkungan saya masih kurang afdhol jika belum “mencicipi makanan” :D .

Kejadiannya kalau tidak salah pada tahun 2007, waktu itu saya dan beberapa teman sekampung sepakat bersilaturahim ke rumah guru-guru SD. Saya lulus SD pada tahun 2000, berarti sudah tujuh tahun tidak bersilaturahim. Ada beberapa teman saya yang lulus tahun 1999, 2001, dan 2002. Padahal dulu ketika masih bersekolah di SD, kami setiap tahun hampir pasti setiap lebaran bersilaturahim dengan mencarter angkudes. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah perpisahan *ceileh*.

Melihat kedatangan kami, beliau-beliau terlihat kaget. Ada senyum bercampur haru terlihat pada raut wajah guru-guru kami. Bahkan beberapa kali terlihat seperti akan menangis. berkali-kali beliau-beliau berkata “alhamdulillah masih ingat kepada guru SD”. Mengingat adik-adik kami yang sedang duduk di SD sudah tidak melanjutkan “tradisi” ini.

Kami memang datang dengan tangan kosong hanya membawa niat bersilaturahim, rasa hormat, ucapan terima kasih, dan permohonan maaf atas kesalahan kami. Senyum guru-guru kami seolah menjawab semuanya. Ketika guru-guru kami merasa senang akan kedatangan kami, maka kami pun juga sangat senang.

Guru SD adalah orang yang sangat berjasa mengingat kenakalan kami waktu itu. Mendidik kami dari kelas satu yang masih terlalu polos dan cengeng hingga kelas enam yang sudah mulai terlihat kenakalannya. Tanpa guru SD kami tidak bisa merasakan pendidikan yang lebih tinggi. Itulah mengapa saya dan teman-teman waktu itu sengaja mengagendakannya.

Tetapi sudah hampir tiga kali lebaran saya tidak bisa bersilaturahim ke rumah guru SD. Bahkan lebaran besok saya sepertinya tidak bisa juga. Ada kewajiban yang cukup berat untuk ditinggalkan. Semoga lain kesempatan, baik lebaran atau bukan saya dan teman-teman bisa bersialturahim lagi, merasakan senyuman yang selama enam tahun pernah menemani kami di bangku SD. :)


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Farid Nugroho
@edisipertama
Hanya seorang blogger yang entah apakah masih pantas disebut blogger :)

Follow Me